Kamis, 14 November 2013

Manusia dan Penderitaan



Manusia dan Penderitaan


Penderitaan berasal dari kata Derita. Derita dapat diartikan menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan. Setiap manusia pasti aka merasakan atau mengalami suatu penderitaan. Karena Allah SWT tidak hanya memberikan kesenangan dan kebahagiaan tetapi Allah SWT juga memberikan penderitaan dan kesedihan yang punya tujuan agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya, lebih sabar dan menjadikan manusia lebih bertanggung jawab dari segala hal. Penderitaan suatu bagian dari kehidupan manusia.
Dalam kehidupan semua manusia pasti tidak akan selalu merasakan dan tidak akan selalu mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan saja. Karena kalau manusia terus-menerus diberikan kesenangan dan kebahagiaan manusia pasti akan menjadi sombong dan semakin memalingkan dari-Nya karena telah mendapatkan segala sesuatu yang membuat mereka senang dan bahagia. Manusia itu salah satu makhluk yang kurang bersyukur dengan apa yang telah Allah SWT beri. Contohnya adalah seseorang yang hidupnya sudah bercukupan masih kurang puas dengan apa yang dia dapatkan. Penderitaan punya peranan penting dalam kehidupan manusia. Contoh penderitaan dalam kehidupan adalah seseorang yang mengalami bencana tanah longsor yang mengakibatkan rumahnya tertimbun tanah. Dan masih banyak lagi contoh penderitaan didalam kehidupan manusia.
Pengaruh penderitaan dalam sikap ada dua: a). Sikap Positif ; b). Sikap Negatif. Pengaruh penderitaan dalam sikap positif adalah mempunyai pemikiran dan optimisme dalam menghadapi dan mengatasi penderitaan dalam hidup, berpikir bahwa hidup bukan suatu rangkaian penderitaan melainkan suatu perjuangan untuk membebaskan diri dari penderitaan. Dan berpikir bahwa penderitaan dalam hidup itu untuk kita jadi pembelajaran. Pengaruh penderitaan dalam sikap negatif adalah cepat putus asa dalam menghadapi suatu penderitaan yang diberikan Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA





DAFTAR PUSTAKA

1.      Mustopo, M. Habib; Manusia dan budaya kumpulan esay; Usaha Nasional,Surabaya,1990.
2.      Mp, Suyadi, Drs : Ilmu Budaya Dasar; Modul UT; PT Karunika, Jakarta, 1990.
3.      Muhammad Kadir SH, Ilmu Budaya Dasar; Fajar Agung, Jakarta, 1990.
4.      Koentjaraningrat; Pengantar Ilmu Antropologi; Rineka Cipta, Jakarta, 1990.
5.      Koentjaraningrat; Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan; PT Gramedia, Jakarta, 1990.
6.      Soekanto Sorjono; Sosiologi suatu pengantar; Rajawali Pers, Jakarta, 1990.
7.      The Liang Gie; Garis besar estetika; Penerbit Ikarya, Yogyakarta, 1976.
8.      Konsorsium Antar Bidang; Ilmu Budaya Dasar, Dept. P&K, 1982.
9.      Dr. M. Ustman Najati, Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, Pustaka Bandung, 1985.
10.  Drs. M. Thalib, Petunjuk Islam mengatasi stres dan gangguan mental, Pustaka Al-kautsar, Yogyakarta, 1991.
11.  Asy’arrie, Musa; Manusia Pembentuk Kebudayaandalam Al-Qur’an; Lembaga studi filsafat islam, Yogyakarta, 1992.
12.  Berger, Peret L; Kabar angin dari Langit (terj); LP3ES, Jakarta, 1991.
13.  Brennan, James F; History and systems of psychology; Prentice Hall International Inc, New Jersey, 1991.
14.  Keesing, Roger M; Antropologi Budaya: Suatu perspektif kontenporer (terj), Jilid 1; Erlangga, Jakarta, 1989.
15.  Nasih Ulwa, Abdullah; Manajemen Cinta; HI Press, 1992.